Rabu, 08 Februari 2012

IBU


Ibu..
Gemerincing denting-denting cahaya yang melukis wajahmu
Menerbangkanku pada masa mungil di antara kilauan kaca-kaca yang mengisah
Goresan bibir mengecup pada selipan tangis
Meretas belai lembut menyisir raga
Penawar penggilas luka, mengatup lara,.. bersemi suka.
Juga rentang milyar detik yang menggulung tersulam hanya untukku
Aku ingin di sini, tak ingin terfiniskan
Larian kecil menangkap kunang-kunang terhinggap-hinggap pada bundarnya matamu
Terang, berpendar, berputar-putar
Terhirup wewangian kasih dalam telaga yang membentang
Meski dalam renta yang kian menganga
Tertatih masih kau selipkan kuatnya baja merengkuh jejak hidupku
Ibu..
Terendap-endap menyusur do’aku di depan pintu Tuhan
Rangkak jejak meraup setumpuk kebahagiaan yang menggunung-gunung
Untukmu ibu..
Meski rasanya takkan pernah penuh cangkir balas itu.
Ibu.. Ibu… Ibu..
Sesuatu yang tak pernah terhenti, mulia !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar