Ibu..
Gemerincing denting-denting cahaya yang
melukis wajahmu
Menerbangkanku pada masa mungil di antara
kilauan kaca-kaca yang mengisah
Goresan bibir mengecup pada selipan
tangis
Meretas belai lembut menyisir raga
Penawar penggilas luka, mengatup lara,..
bersemi suka.
Juga rentang milyar detik yang
menggulung tersulam hanya untukku
Aku ingin di sini, tak ingin terfiniskan
Larian kecil menangkap kunang-kunang
terhinggap-hinggap pada bundarnya matamu
Terang, berpendar, berputar-putar
Terhirup wewangian kasih dalam telaga
yang membentang
Meski dalam renta yang kian menganga
Tertatih masih kau selipkan kuatnya baja
merengkuh jejak hidupku
Ibu..
Terendap-endap menyusur do’aku di depan
pintu Tuhan
Rangkak jejak meraup setumpuk
kebahagiaan yang menggunung-gunung
Untukmu ibu..
Meski rasanya takkan pernah penuh
cangkir balas itu.
Ibu.. Ibu… Ibu..
Sesuatu yang tak pernah terhenti, mulia
!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar